-->
AKtbpis6Z5HX7oz0gvCZZgOE30w78LNbDNLGi9PJ
Bookmark

Viral! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Diduga Dicampur Sabut Kelapa — Tanggapan Resmi PLN

Viral! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Diduga Dicampur Sabut Kelapa — Tanggapan Resmi PLN

Viral! Pondasi Tiang Listrik di Sambas Diduga Dicampur Sabut Kelapa, Begini Tanggapan Resmi PLN

Diterbitkan: 12 November 2025  |  Lokasi: Sambas, Kalimantan Barat

Sambas, Kalimantan Barat — Sebuah video viral dari Kabupaten Sambas menghebohkan jagat maya setelah memperlihatkan pondasi tiang listrik yang diduga dicampur sabut kelapa dan buah kelapa tua. Temuan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang mutu proyek jaringan listrik di wilayah tersebut.

Pondasi tiang listrik Sambas
Ilustrasi: kondisi pondasi yang viral di media sosial.

Fakta Singkat

Video yang beredar memperlihatkan beton pondasi retak dan rapuh. Ketika dibongkar, terlihat adanya serabut kelapa di dalam adukan semen. Peristiwa ini dilaporkan terjadi di Desa Sarang Burung Usrat, Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas.

Kronologi Kejadian

Proyek pembangunan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) oleh PLN di wilayah Sambas menargetkan pemasangan sekitar 20 tiang. Dari jumlah tersebut, setidaknya 6 tiang ditemukan memiliki pondasi yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.

Warga lokal kemudian mengunggah dokumentasi kondisi pondasi ke media sosial hingga menjadi viral dan memicu reaksi publik.

Tanggapan Resmi PLN

PLN melalui unit UP3 Singkawang menyatakan telah melakukan pemeriksaan lapangan. Pihak PLN mengakui adanya temuan material yang tidak sesuai spesifikasi dan memastikan semua pondasi yang rusak akan diperbaiki sepenuhnya sesuai dengan SOP dan standar mutu kontrak kerja.

“Kami sudah menegur dan menjatuhkan sanksi kepada mitra pelaksana yang lalai. Semua fondasi akan dibongkar dan diperbaiki sesuai standar mutu PLN.” — Pernyataan PLN UP3 Singkawang

Masalah Mutu dan Pengawasan

Pencampuran bahan organik seperti sabut kelapa dan buah kelapa jelas tidak sesuai dengan praktik beton struktural yang baik. Bahan organik dapat menyebabkan:

  • Retak dini pada pondasi (early cracking).
  • Penurunan kekuatan tekan beton.
  • Potensi robohnya tiang yang membahayakan keselamatan publik.
  • Kenaikan biaya pemeliharaan jangka panjang.

Pakar konstruksi menyebut praktik seperti ini biasanya muncul karena lemahnya pengawasan, pelaksanaan yang ceroboh, atau upaya penghematan biaya material oleh kontraktor.

Langkah Perbaikan & Akuntabilitas

PLN berjanji melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh pondasi di lokasi proyek dan menerapkan sanksi sesuai ketentuan kontrak terhadap pelaksana yang melanggar. Selain itu, PLN memastikan proyek yang ditemukan bermasalah belum dioperasikan sehingga tidak berdampak langsung terhadap layanan kelistrikan.

Kesimpulan

Kejadian pondasi tiang listrik dicampur sabut kelapa di Sambas menjadi peringatan mengenai pentingnya transparansi, pengawasan, dan mutu dalam proyek infrastruktur publik. Masyarakat diimbau aktif mengawasi dan melaporkan bila menemukan indikasi penyimpangan pekerjaan di lapangan, sementara PLN diharapkan memperkuat kontrol mutu agar keandalan jaringan dan keselamatan publik tetap terjaga.

Kata kunci:

pondasi tiang listrik sambas, sabut kelapa dalam beton, proyek PLN Sambas, PLN UP3 Singkawang, viral pondasi listrik Kalimantan Barat

Posting Komentar

Posting Komentar